TKA Bentrok Pagerwesi, SMPN 1 Semarapura Geser Jadwal ke Gelombang III
TKA Bentrok Pagerwesi, SMPN 1 Semarapura Geser Jadwal ke Gelombang III – Klungkung – SMP Negeri 1 Semarapura, Klungkung, Bali, mengambil langkah antisipatif dengan menggeser jadwal pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) gelombang kedua. Pasalnya, tanggal ujian yang semula dijadwalkan pada 8-9 April 2026 bertepatan dengan perayaan Hari Raya Pagerwesi, hari suci bagi umat Hindu di Bali .
Ratusan Siswa dan Sesuai Jadwal
SMP Negeri 1 Semarapura merupakan salah satu sekolah unggulan di Klungkung dengan akreditasi A. Sekolah ini berdiri pada 8 Januari 1947 . Di bawah kepemimpinan I Nyoman Karyawan, sekolah ini memiliki segudang prestasi, mulai dari teater hingga inovasi robotik .
Dengan total 1.081 siswa, SMPN 1 Semarapura aktif dalam berbagai kegiatan bonus new member akademik maupun non-akademik . Saat ini, jumlah peserta TKA di sekolah ini mencapai 390 siswa kelas IX atau sebanyak 24 persen dari total peserta TKA di Kabupaten Klungkung .
Jadwal Bentrok dengan Pagerwesi, Sekolah Menyesuaikan
Pihak sekolah terpaksa membatalkan jadwal gelombang kedua yang semula dijadwalkan pada 8-9 April 2026. Pembatalan ini terjadi karena waktu tersebut bertepatan dengan pelaksanaan Hari Raya Pagerwesi. Upacara sakral umat Hindu ini menjadi prioritas bagi masyarakat Bali, sehingga sekolah pun menyesuaikan jadwal.
Kepala SMP Negeri 1 Semarapura, I Nyoman Karyawan, menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut.
“Karena di tanggal 8 ada Hari Raya Pagerwesi. Jadi untuk tanggal 8-9 yang merupakan gelombang kedua kita off-kan,” ujarnya.
Pelaksanaan TKA Tetap Lancar dengan Empat Gelombang
Sebagai solusi, SMPN 1 Semarapura menggeser pelaksanaan tes yang terdampak ke gelombang ketiga. Kepala sekolah bersyukur pemerintah pusat menyediakan jadwal yang cukup panjang untuk TKA. Pelaksanaan berlangsung dari 6 hingga 16 April 2026 dengan total empat gelombang. Setiap gelombang berlangsung selama dua hari.
Proses persiapan sekolah pun berjalan lancar dengan persetujuan dari seluruh orang tua siswa. Dengan jumlah peserta mencapai 390 orang, pihak sekolah mengatur pelaksanaan menjadi tiga sesi per hari.
Persiapan dan Pelaksanaan yang Matang
Sekolah memanfaatkan empat ruang ujian untuk mengakomodasi seluruh peserta. Setiap ruangan tersedia 17 perangkat komputer. Pelaksanaan tes pada hari pertama berjalan sangat lancar.
Pelaksanaan TKA dinilai lebih baik dibandingkan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun lalu. Kepala SMPN 1 Semarapura memberikan penjelasan teknisnya.
“Karena ini kan full daring. Tidak seperti ANBK yang semi daring. Jadi hampir belum ada kendala teknis,” jelas Karyawan.
Integrasi AN dan TKA dalam Satu Ujian
Perlu diketahui, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi mengintegrasikan pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dalam satu sesi ujian . Kebijakan ini dibuat untuk menyederhanakan proses asesmen sehingga siswa tidak lagi harus mengikuti dua ujian secara terpisah .
Melalui sistem baru tersebut, peserta cukup mengerjakan satu rangkaian spaceman soal, seperti AN atau TKA, yang nantinya menghasilkan dua jenis output berbeda, yakni evaluasi mutu pendidikan sekolah dan capaian akademik individu siswa .
Meski dilaksanakan bersamaan, fungsi keduanya tetap berbeda. AN digunakan untuk mengevaluasi kualitas sistem pendidikan dan mutu sekolah secara menyeluruh, sedangkan TKA berfungsi mengukur kemampuan akademik siswa secara individu . Sementara itu, hasil TKA kelak dapat dimanfaatkan sebagai salah satu syarat seleksi masuk sekolah melalui jalur prestasi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) .
Penghormatan terhadap Keragaman Budaya
Penyesuaian jadwal TKA menjadi bukti fleksibilitas pemerintah daerah dalam menghormati keragaman budaya dan kepercayaan masyarakat. Langkah ini memastikan siswa dapat mengikuti tes dengan tenang tanpa mengorbankan kewajiban keagamaan mereka.
Pagerwesi sendiri memiliki makna yang sangat dalam bagi umat Hindu di Bali. Kata “Pagerwesi” berasal dari kata “pager” yang berarti pagar dan “wesi” yang berarti besi, yang secara harfiah berarti pagar besi . Hari raya ini dimaknai sebagai waktu untuk memperkuat diri dengan ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan, serta memohon perlindungan dari Sang Hyang Pramesti Guru, manifestasi dari Tuhan Siwa . Perayaan Pagerwesi diadakan setiap 210 hari sekali, tepatnya pada hari Budha (Rabu) Kliwon wuku Sinta .