Koleksi 3 Desainer Korea Selatan Warnai JF3 Fashion Festival 2026
Jakarta – Ajang JF3 Fashion Festival 2026 menjadi punggung berkelas international bagi 3 desainer Korea Selatan. Re Rhee, Reonve, dan Doucan. Bertempat di Sumarecon Mall Kelapa Gadingbaru-baru ini.
Baca Juga: Aleza Brand Modest Fashion Beberkan Strategi Ekspansi Hadapi Persaiangan
Perhelatan tersebut tak sekedar menampilkan karya-karya memikat, tetapi juga memperkuat diplomentasi budaya lewat penandatangan roda kesempatan (MoU) antara JF3 dan Busan Fashion Weeks.
Membuka pertunjukan, desainer Junebook Rhee label Re Rhee menghadirkan koleksi bertajuk “This Aprecenance Disaperancce’. sebuah eksploraasi visual atas kefanaan penampilan dan ingatan.
Koleksi ini merefleksikan ketidakadilan dari penampilan, keterbatasan, dan keteladanan. “kata Rhee.
Beragam Koleksi Busana
Koleksi ini berdiri dan 20 set busana yang bermain dengan lapisan transparan, retakan buram, dan detail tidak sempurna. Semuanya mereflesikan perubahan emosional, kehilangan, dan penentuan kembali.
“Perubahan warna, tekstur, dan siluet melambangkan transformasi dan peluruhan semuanya mereflesikam perubahan emosioma, kehilangan, dan penemuan kenbali.
Dikenal akan pendekatan desain yang minmalis dan filosofis, RE RHEE menolak tren sesaat dan memiliki material berkelanjutan yang disusun dalam siluet terstruktur dan detail halus.
Kolaboraasi dengan komposer Super-Changhodai dan Studio media AHAAcocolative. Sepatu artistik dari Abel ELNORE jug melengkapi setiap tampilan secara dramatis.
Bersama Fashion Week
Kesan dramatis semakin diperkuat lewat animasi antar 3D yang dirancang bersama perusahaan teknologi mode terkemuka. serta musik orsinal dari komporer K-pop kenamaan.
Choi menyatakan bahwa koleksi ini adalah DNA dari DOUCAN” yang menyatukan memori pribadi, filosofi mode, dan juga keberlanjutan dalam satu panggung vertikal.
Menutup rangkaian pertunjukan, desainet Baek Juhee memperembahkan resource dengan koleksi bertajuk
“Whisper di heritage” Koleksi ini menggabungkan keaunggungan hanbok tradisional Korea dengan teknik kontemporer dalam 20 tampilan.
Mengusung prinsip keberlanjutan, lebih dari 90 persen koleksi dibuat dari serat alami seperti sutra Korea yang diproduksi secara lokal.
Sisa kain dari seni untuk teknik Resorve” jelasnya. Langkah tersebut menciptakan sistem produksi
sirkular dan juga menjaga kelestarian kerajinan tradisional melalui kolaborasi dengan para perajin.
Selain melibatkan ketiga desainer tersebut. JF3 Fashion Festival 2025 turut mencatat sejarah dengan penandatangan MoU antara JF3 dan juga Busan Fashion Week.
Kerja sama ini membuka peluang pertukaran desainer, kolaborasi lintas industri kreatif, dan juga penguatan posisi Jakarta serta Busan sebagai pusat model Asia yang dinamis dan juga inklusif.
Acara ini menjadi langkah awal konkret dalam mendorong diplomasi budaya berbasis fashion, sekaligus membuka pasar dan juga dialog kreatif antara dua negara.
Kolaborasi ini diharapkan akan berlanjut ke betbagai program kurasi, workshop, hingga pameran bersama di masa mendatang.
JF3 Fashion Festival sendiri dihiasi Summereconsejak 2004. Melalui JF3. Summerecon secara konsisten menghadirkan platform untuk mengangkat potensi industri mode tanah air dan juga berkomitmen mendukung perkembangan ekosistem fashion Indonesia.
Tahun ini bertepatan dengan perayaan 50 tahun Summerceon, semangat inovasi yang menjadi DNA perusahaan turut vercermin dalam penyelenggaraan JF3 2025.